Posting terpopuler 30 hari terakhir :

06 Juni 2010

Unit Ekuivalen

Unit Ekuivalen

Unit Ekuivalen merupakan istilah yang umum digunakan pada metode perhitungan biaya berdasarkan proses. Pada metode proses, unit yang diperhitungkan dalam penentuan biaya produksi per unit adalah unit ekuivelen. Besarnya unit ekuivalen yang diperhitungkan tergantung pada besarnya tingkat penyelesaian yang telah dicapai dalam kegiatan produksi, sehingga dengan demikian semakin besar tingkat penyelesaian maka semakin besar pula unit ekuivalennya. Sedangkan tingkat penyelesaian itu sendiri menunjukkan seberapa besar unit tersebut sudah dibebani biaya produksi yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja lansgung dan biaya overhead pabrik.

Perhitungan unit ekuivalen menggunkaan 2 metode, yaitu :
1. Metode Average atau metode rata-rata
2. Metode FIFO atau metode MPKP (masuk pertema keluar pertama)

Rincian penjelasan kedua metode, sebagai berikut :
1.
Metode Average atau metode rata-rata
Filosofi penerapan metode rata-rata di metode biaya proses adalah pada saat memulai mengerjakan persediaan dan pekerjaan yang sama sekali baru untuk periode tersebut tidak dilakukan prioritas antara unit awal dan unit baru mulai dikerjakan, semua dikerjakan bersama-sama.

Contoh :
======================== Depertemen A== Departemen B
Jumlah unit di BDP, awal============== 200===360=====
Jumlah unit dimulai di Departemen A=====1.200===========
Jumlah unit ditransfer ke Departemen B===1.000===========
Jumlah unit diterima dari Departemen A=========1.000=====
Jumlah unit ditransfer ke gudang barang jadi======1.160=====
Jumlah unit di BDP, akhir==============400===200======
=============================================
Dengan diketahui tingkat penyelesaian pada persediaan akhir pada departemen A sebesar 40% untuk bahan dan 85% untuk konversi maka besarnya unit ekuivalen dengan metode rata-rata adalah :

Departemen A
Bahan = 1.000 + (40% x 400) = 1.160
Tenaga kerja = 1.000 + (85%x400) = 1.340
Overhead pabrik = 1.000 + (85%x400) = 1.340

Dengan diketahui tingkat penyelesaian pada persediaan akhir pada departemen B sebesar 50% untuk bahan dan 70% untuk konversi maka besarnya unit ekuivalen dengan metode rata-rata adalah :

Departemen B
Bahan = 1.160 + (50% x 200) = 1.260
Tenaga kerja = 1.160 + (70%x200) = 1.300
Overhead pabrik = 1.160 + (70%x200) = 1.300

2.
Metode FIFO atau metode MPKP (masuk pertama keluar pertama)
Filosofi penerapan metode FIFO di metode biaya proses adalah pada saat memulai mengerjakan persediaan dan pekerjaan yang sama sekali baru untuk periode tersebut dilakukan prioritas antara unit awal dan unit baru mulai dikerjakan secara berurutan dengan mendahulukan persediaan awal.

Masih dengan soal diatas diasumsikan bahwa tingkat penyelesaian pada persediaan awal dengan tingkat penyelesaian 90% untuk bahan dan 75% untuk konversi. Sedangkan tingkat penyelesaian pada persediaan akhir pada departemen A sebesar 60% untuk bahan dan 85% untuk konversi maka besarnya unit ekuivalen dengan metode FIFO untuk departemen A adalah :

Bahan = (10%x200)+(1.000-200)+(60%x400)= 1.060
Tenaga kerja = (25%x200)+(1.000-200)+(85%x400) = 1.190
Overhead pabrik = silahkan dihitung sendiri ya, ok