Posting terpopuler 30 hari terakhir :

13 Januari 2011

Pusat Biaya, Pusat Laba dan Pusat Investasi

Pusat Biaya atau Cost Center adalah manajemen dari bagian suatu perusahaan yang tugas utamanya adalah mengelola biaya di divisi masing-masing. Kepala dari manajemen tersebut dinamakan dengan manajer pusat biaya. Manajer pusat biaya bertugas mengerjakan tugas atau kegiatan yang sudah dianggarkan biayanya. Kegiatan yang dikerjakan berdasarkan biaya tersebut kemudian dilaporkan dalam suatu laporan biaya. Tanggung jawab manajer pusat biaya hanya sebatas pada besarnya biaya yang diterimanya. Tambahan atau pengurangan anggaran biaya dari suatu cost center harus melalui persetujuan top manajemen. Contoh pusat biaya adalah bagian bengkel, bagian keuangan, bagian SDM, bagian lab, bagian gudang, bagian hokum dsbnya.
Pusat Laba atau Profit Center adalah manajemen dari bagian suatu perusahaan yang tugas utamanya adalah disamping mengelola biaya juga mengelola pendapatan di divisi masing-masing. Kepala dari manajemen tersebut dinamakan dengan manajer pusat laba. Manajer pusat laba bertugas lebih otonom daripada pusat biaya, manajer pusat laba mengerjakan tugas atau kegiatan yang menyangkut bagiannya baik pendapatan maupun biayanya. Kegiatan yang dikerjakan bertujuan untuk memaksimalisir perolehan laba di bagiannya. Kebijakan khusus di bagiannya diperbolehkan sepanjang dapat meningkatkan kinerja bagian tersebut. Laporan yang disusun oleh manajer profit center berupa laporan segmen. Laporan segmen menyajikan kinerja operasional di bagian atau center secara detail setiap segmen. Tanggung jawab manajer pusat laba sangat besar dan strategis bagi perusahaan secara keseluruhan. Tambahan atau pengurangan anggaran biaya dari suatu profit center harus melalui persetujuan dari investment center atau pemilik perusahaan dengan memberikan investasi Contoh pusat laba adalah toko, outlet, kantor cabang dsbnya.

Pusat Investasi atau Investment Center adalah manajemen dari bagian suatu perusahaan yang tugas utamanya adalah mengelola investasi untuk semua divisi perusahaan. Pimpinan dari pusat investasi dipegang oleh kantor pusat atau pemilik perusahaan. Manajer investment center bertugas menerima usulan investasi dari para manajer profit center. Layak atau tidaknya suatu usulan investasi tergantung pada kinerja manajer mengerjakan tugas atau kegiatan yang sudah dilakukannya. Untuk mendapatkan respon yang baik dari manajer investment center maka manajer pusat investasi harus bekerja maksimal untuk mendapat kinerja yang optimal. Kegiatan yang dikerjakan berdasarkan Tanggung jawab manajer pusat investasi harus selalu mendapatkan rapor yang mengesankan dari manajer pusat laba, Pengukuran kinerja yang dilakukan oleh mutlak diperlukan. Pengukuran kinerja suatu pusat laba yang sudah menerima investasi dengan pusat investasi diukur 2 metode pengukuran yaitu : Return On Investment dan Residual Income.

Read More....

LAPORAN KINERJA ANGGARAN FLEKSIBEL

Adapun pembahasan mengenai Anggaran Fleksibel ini mungin ada beberapa pembaca menjadi bingung karenanya berkaitan dengan urutan antara Anggaran Fleksibel, Anggaran Statis dan Laporan Kinerja Anggaran Fleksibel. Ketiga materi tersebut memang saling berkaitan dan urutan yang benar adalah urutan yang sesuai dengan pola urutan diatas.

Masih berkaitan dengan contoh kasus Anggaran Fleksibel bahwa diketahui data aktual pada bulan tersebut adalah sebanyak 1.625 jam kerja dengan rincian :

Biaya Overhead Pabrik Aktual :
Tenaga Kerja Langsung Rp. 1.400..000,-
Perlengkapan................. Rp. 630.000
Perawatan...................... Rp.3.480.000
Depresiasi....................... Rp. 2.160.000
Ternyata diketahui ada selisih menguntungkan Rp.23.000 pada BOP tetap : Perawatan

Diminta : Susunlah Laporan Kinerja Anggaran Fleksibel ?






Jawaban :
PT RESUMEAKUN.COM
Laporan Kinerja Anggaran Fleksibel

==============================================
-----------------Rumus------Biaya Aktual---- Biaya Standar--- Selisih
BOP-------------Biaya----------1.625 jam--------1.625 jam------------
-----------------------------------------------------------------------------
BOP Variabel :
TKTL.................500--Rp.900.000--Rp.812.500-----Rp.87.500 TM
Perlengkapan...400--Rp.630.000--Rp.650.000-----(Rp. 20.000)M
Perawatan.......2.100-Rp. 3.103.000-Rp.3.412.500 -(Rp.309.500) M
BOP Variabel-3.000-Rp.4.633.000-Rp.4.875.000 --(Rp.242.000)M
==============================================
BOP Tetap :
TKTL-----------------Rp.500.000---Rp.500.000----------------0
Perawatan------------Rp.377.000----Rp.400.000---Rp-(23.000)M
Depreasiasi-----------Rp. 2.160.000--Rp.2.100.000--Rp.60.000 TM
Total BOP Tetap------Rp.3.037.000--Rp.3.000.000--Rp.37.000TM
Total BOP------------Rp.7.670.000---RP.7.875.000-(Rp.205.000)M
==============================================
Catatan :
Elemen BOP Tetap aktual untuk TKTL adalah sebesar Rp. 500.000,- karena tidak ada selisih dan sisanya yang Rp. 900.000,- (Rp. 1.400.000-Rp.500.000) adalah elemen BOP variabel aktual untuk TKTL.
Elemen BOP Tetap aktual untuk perawatan adalah Rp. 400.000 dikurangi dengan selisih Rp. 23.000 M maka besarnya elemen BOP tetap aktual untuk perawatan adalah Rp.377.000.- sehingga BOP Variabel aktualnya sebesar Rp.3.480.000-Rp. 377.000=Rp.3.103.000.
Elemen BOP Variabel aktual untuk perlengkapan sebesar Rp. 630.000 karena tidak ada elemen BOP tetap aktual didalamnya.
Elemen BOP Tetap aktual untuk depresiasi sebesar Rp.2.160.000. semua masuk ke BOP Tetap karena tidak ada BOP variabel didalamnya.

Read More....

10 Januari 2011

PERANAN ANALISA BEP DALAM PERENCANAAN LABA

Sebagaimana sudah kita diketahui bersama bahwa analisa BEP sangat serba guna bagi manajemen untuk menentukan kebijakanan bisnis perusahaan. Salah satu manfaat analisa BEP yang sangat strategis adalah analisa BEP sebagai alat perencanaan laba atau lebih dikenal dengan BEP analysis as a tool of profit planning.
Laba yang diharapkan dapat dihtung dengan menggunakan formula perhitungan BEP dengan metode persamaan, yaitu :

Y = a + bX, dimana Y = Total Biaya, a adalah konstanta atau Fixed Cost atau biaya tetap. b adalah slope atau kemiringan garis atau koefisien arah atau Variable Cost. Sedangkan X adalah tingkat aktivitas, dapat berupa jam mesin, jam tenaga langsung, jumlah orang dsbnya.

Sehingga dengan demikian fungsi diatas menjadi : Y = FC + VC.X

BEP akan tercapai bila Total Pendapatan = Total Biaya, dan jika diformulasikan terlihat sebagaimana berikut :

Total Pendapatan = Total Biaya
Price/unit x Quantity = FC dan Variable Cost/unit

PQ = FC + VC
Bagaimana kaitannya dengan perencanaan laba. Ya jelaslah berkaitan karena dengan menggunakan formula tersebut kita bisa dengan mudah menetapkan berapakah tingkat laba yang kita inginkan.

Contoh :
Kursus Pasar Modal Resumeakun.com hendak membuka kursus pasar modal angkatan khusus selama 1 bulan. Kursus diselenggarakan pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu dari jam 17.00-21.00. Pengajar Kursus ini adalah para praktisi pasar modal dan peserta yang lulus diberikan sertifikat. Berdasarkan ketentuan manajemen bahwa kelas baru buka apabila laba yang diperoleh sudah mencapai 30%.



Data berikut yang berhasil dihimpun adalah :
Sewa ruang kelas di hotel berbintang lima = 4 jam kursus x 3 kali seminggu x 4 minggu dalam sebulan x sewa ruang Rp. 200.000,- per jam = 4 x 3 x 4 x Rp. 200.000, = Rp. 9.600.000,-
Tenaga pengajar = 2 mata pelajaran per hari x 3 hari seminggu x 4 minggu dalam sebulan x honor mengajar Rp. 150.000,- per mata pelajaran = 2 x 3 x 4 x Rp. 150.000,- = Rp. 3.600.000,-
Makan malam = Rp. 20.000 per orang peserta
Modul dan Sertfikat = Rp. 100.000,- per orang peserta

Berdasarkan informasi tersebut maka kita dapat meringkaskan formula perhitungannya menjadi Total Pendapatan = Biaya Tetap + Biaya Variabel + laba yang diinginkan.
Jika kita menentukan bahwa peserta minimal 20 orang (walaupun kelasnya muat 30 orang ) dan berapakah harga kursus yang harus dibayar oleh setiap peserta kalau ingin memperoleh laba sebesar 30%.

20 x Harga Kursus = Rp. 9.600.000 + Rp.3.600.000 + (20 x Rp. 120.000,)- + (30 % x Rp. 15.600.000).
20 Harga Kursus = Rp. 20.280.000,-
Sehingga Harga Kursus/orang adalah Rp. 1.014.000,-

Resumeakun.com
Laporan Laba Rugi-Format Kontribusi

Penerimaan uang kursus = 20 x Rp. 1.014.000 = Rp. 20.280.000,-
Biaya Variabel = 20 x Rp. 120.000,- = 2.400.000,-
Laba Kontribusi = Rp. 17.880.000,-
Biaya Tetap = Rp. 13.200.000,-
Laba Usaha = Rp. 4.680.000,-

Catatan : Laba Usaha Rp. 4.680.000,- adalah 30 % dari Rp. 9.600.000 + Rp. 3.600.000,-

Read More....


JURNAL DALAM ANALISA VARIANCE

Setelah kita menghitung variance dari biaya produksi yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Hasil dari analisa variance menunjukkan apakah biaya actual lebih tinggi atau lebih rendah dari biaya standar. Keadaan inilah yang akan menjadi acuan untuk membuat jurnal atas variance tersebut. Variance dikatakan favorable atau menguntungkan bilamana biaya actual lebih rendah daripada biaya standar, dan sebaliknya variance dikatakan unfavorable atau tidak menguntungkan bilamana biaya actual lebih tinggi daripada biaya standar. Untuk keperluan jurnal variance yang favorable diposisikan di sebelah kredit sedangkan variance yang unfavorable diposisikan di sebelah debit.

Contoh :
Data yang berkaitan dengan tenaga kerja Divisi Perakitan dari PT Resumeakun.com adalah :

Jam kerja actual……………………………………………………………. 3.264
Tarif actual yang dibayarkan per jam……….……….. Rp. 12.500
Jam standar yang diperbolehkan untuk produksi actual 3.008
Tarif standar per jam…………………………………………… Rp. 12.000


Jurnal pada saat perhitungan beban gaji :
D: Beban gaji………………..Rp. 40.800.000,-
K : Utang gaji……………………………………………Rp. 40.800.000


Jurnal pada saat pembebanan beban gaji :
D: Barang Dalam Proses (3.008 x Rp. 12.000)………….Rp. 36.096.000
D : Varian Tarif Tenaga Kerja (3.264 x Rp. 500)……….Rp. 1.632.000
D : Varian Efisiensi tenaga kerja (256 x Rp. 12.000) Rp. 3.072.000
K : Beban gaji Rp. 40.800.000…………………………………………. Rp. 40.800.000

Read More....

SELISIH TENAGA KERJA LANGSUNG/LABOR VARIANCE

Selisih tenaga kerja langsung atau direct labor variance merupakan selisih biaya tenaga kerja actual dengan standar. Selisih tenaga kerja ini meliputi hasil penjumlahan 2 selisih yaitu selisih tariff dan selisih efisiensi tenaga kerja. Selisih tariff adalah perbedaan antara jumlah biaya tenaga kerja yang dihitung dengan menggunakan tariff actual terhadap tariff standar. Selisih tariff ini menunjukkan bagaimana kinerja selisih tariff serta dampaknya terhadap biaya tenaga kerja. Selisih tariff dikatakan favorable atau menguntungkan bilamana tariff tenaga kerja actual lebih rendah daripada tariff standar, demikian pula sebaliknya selisih tariff dikatakan unfavorable atau tidak menguntungkan bilamana tariff actual lebih tinggi daripada tariff standar.

Formula selisih tariff yang dapat kita gunakan adalah :
( Tarif actual-Tarif standard) x Jumlah jam tenaga kerja langsung actual





Selisih tenaga kerja yang satunya lagi adalah selisih efisiensi menunjukkan kinerja selisih efisiensi yang berdampak ke kinerja biaya produksi. Selisih efisiensi dikatakan favorable atau menguntungkan bilamana jam kerja yang seharusnya lebih tinggi daripada tariff tenaga kerja actual lebih rendah daripada tariff standar, demikian pula sebaliknya selisih efisiensi dikatakan unfavorable atau tidak menguntungkan bilamana tariff actual lebih tinggi daripada tariff standar.

Formula selisih efisiensi yang dapat kita gunakan adalah :
( Jumlah jam kerja actual-jumlah jam kerja standar) x tarif tenaga kerja standard


Penjumlahan antara selisih tariff dengan selisih efisiensi dinamakan dengan selisih tenaga kerja.

Contoh :

Read More....

SELISIH BAHAN BAKU/MATERIAL VARIANCE

Selisih bahan langsung atau material variance merupakan selisih biaya bahan baku actual dengan harga pembelian standar. Selisih bahan baku ini meliputi hasil penjumlahan 2 selisih yaitu selisih harga pembelian bahan baku dan selisih kuantitas pembelian bahan baku. Selisih harga pembelian adalah perbandingan antara harga actual pembelian bahan baku langsung dengan harga standarnya, dan dihitung terhadap kuantitas pembelian actual. Selisih harga ini menunjukkan bagaimana kinerja selisih harga pembelian bahan baku serta dampaknya terhadap biaya bahan baku langsung. Selisih harga pembelian bahan baku dikatakan favorable atau menguntungkan bilamana harga pembelian bahan baku langsung actual lebih rendah daripada harga standar, demikian pula sebaliknya selisih harga pembelian bahan baku dikatakan unfavorable atau tidak menguntungkan bilamana harga pembelian bahan baku actual lebih tinggi daripada harga standar.

Formula selisih harga yang dapat kita gunakan adalah :
( Harga actual-Harga standard) x Kuantitas pembelian bahan baku actual


Selisih bahan baku yang satunya lagi adalah selisih kuantitas pembelian menunjukkan kinerja selisih kuantitas yang berdampak ke kinerja biaya produksi. Selisih kuantitas pembelian bahan baku dikatakan favorable atau menguntungkan bilamana kuntitas bahan yang seharusnya lebih tinggi dariada kuantitas standard dengan menggunakan harga standar, demikian pula sebaliknya selisih kuantitas pembelian bahan baku dikatakan unfavorable atau tidak menguntungkan bilamana kuantitas seharusnya lebih besar daripada kuantitas standar dengan menggunakan harga standar.

Formula selisih kuantitas pembelian bahan baku yang dapat kita gunakan adalah
( Kuantitas seharusnya-Kuantitas standar) x harga bahan baku standard

Penjumlahan antara selisih harga dengan selisih kuantitas dinamakan dengan selisih bahan baku.

Contoh : klik disini

Read More....