Posting terpopuler 30 hari terakhir :

03 Januari 2009

Anilisa Umur Piutang/Age of Receivable Analysis

Analisa Umur Piutang /Age of Receivable Analysis

Analisa umur piutang mendasarkan perhitungannya pada konsep adanya resiko piutang yang tidak dapat ditagih kepelanggan karena beberapa alasan. Piutang yang diragukan tidak dapat ditagih ini semakin lama semakin menumpuk maka salah satu tindakan yang dapat dilakukan perusahaan adalah dengan menyusun kriteria lamanya piutang yang sampai saat ini belum dapat ditagih. Piutang yang tidak dapat tertagih ini karena beberapa sebab, antara lain karena adanya kemungkinan perusahaan terlalu mudah dalam pemberian piutang dalam arti persyaratan yang ditetapkan terlalu longgar. Atau, bahkan memang track record pelanggan itu sendiri yang kurang baik. Batas kriteria piutang tak tertagih, lazimnya adalah 30 hari setelah tanggal transaksi.


Ilustrasi :

ESTIMASI UMUR PIUTANG

INTERVAL UMUR====SALDO===PERSEN===JUMLAH

Belum Jatuh Tempo==== Rp. 122.000.000===3%==Rp.3.660.000,-
Telah j.t dalam 1-30 hari==== 18.000.000===7%==1.260.000,-
Telah j.t dalam 31-60 hari=== 15.000.000===10%==1.500.000,-
Telah j.t. dalam 61-90 hari=== 12.000.000==20%== 2.400.000,-
Telah j.t. dalam 91-180 hari== 8.000..000===30%==2.400.000,-
Telah j.t dalam 181-365 hari== 4.000.000===50%==2.000.000,-
Diatas 365 hari sebesar===== 2.000.000===80%==1.600.000,-

JUMLAH KESELURUHAN===181.000.000 ======14.820.0
00,-

Catatan :

INTERVAL UMUR = Kriteria lamanya piutang tak tertagih sejak tanggal transaksi

SALDO = Jumlah piutang dari beberapa pelanggan dijumlahkan semuanya.

PERSEN = Persentase tidak mungkin tertagih, angka ini diperoleh dari beberapa tahun yang lalu sebagai data historis atau pengalaman perusahaan dengan melihat karakteristik pelanggannya.

JUMLAH = hasil kali antara SALDO dengan PERSEN.


AYAT JURNAL PENYESUAIAN :

Jika Akun PENYISIHAN PIUTANG TAK TERTAGIH bersaldo DEBET sebesar Rp.5.000.000,- maka Jurnal Penyesuaiannya adalah :

D : Beban Piutang Tak Tertagih== Rp.19.820.000,-
K : Penyisihan Piutang Tak Tertagih====== Rp. 19.820.000,-

Penjelasan :

Saldo akun Penyisihan Piitang Tak Tertagih harus berjumlah Rp. 14.820.000,-( Rp. 19.820.000,- - Rp.5.000.000,-) sehingga dengan jumlah penyesuaian tersebut maka nilai realisasi bersih Piutang Dagang adalah Rp. 181.000.000- Rp. 14.820.000,- = Rp. 166.180.000,-

Namun, Jika Akun PENYISIHAN PIUTANG TAK TERTAGIH bersaldo KREDITsebesar Rp. 2.000.000,- maka Jurnal Penyesuaiannya adalah :

D: Beban Piutang Tak Tertagih== Rp. 12.820.000,-
K : Penyisihan Piutang Tak Tertagih===== Rp. 12.820.000,-

Penjelasan :

Saldo akun Penyisihan Piutang Tak Tertagih tetap berjumlah Rp. 14.820.000,- ( Rp. 12.820.000,-+ Rp.2.000.000,-) sehingga dengan adanya jurnal penyesuaian tersebut maka nilai realisasi bersih Piutang Dagang adalah Rp. 181.000.000 – Rp. 14.820.000,- = Rp.166.180.000,-


2 komentar:

Aryo mengatakan...

Pak, atas pernyataan bapak yang menyebutkan
"Batas kriteria piutang tak tertagih, lazimnya adalah 30 hari setelah tanggal transaksi."
Apakah dalam PSAK menyebutkan tentang seberapa besar piutang yang harus diapus apabila tidak dapat ditagih pada masa tertentu?
Terima Kasih Banyak
Aryo

Gen Norman T, SE Akuntan., MM mengatakan...

Setahu saya di PSAK tidak diatur, hanya term ini sering digunakan di dunia praktek.Ok.