Posting terpopuler 30 hari terakhir :

25 Januari 2010

Persediaan Perpetual-MPKP/Perpetual Inventory-FIFO

Persediaan Perpetual-MPKP/Perpetual Inventory-FIFO


Metode FIFO menghitung Harga Pokok Penjualan dan Persediaan Akhir dari penyusunan daftar mutasi atau perubahan persediaan. Harga Pokok Penjualan dihitung dengan menggunakan harga pertama kali masuk dari berbagai harga pembelian persediaan secara berurutan Dengan demikian harga pokok barang terjual diperoleh dengan mengalikan jumlah unit terjual dengan harga pertama dan berikutnya dan barang yang masih belum terjual atau persediaan akhir dihitung dari jumlah persediaan dikalikan terhadap harga terakhir.

Dalam pencatatan INVENTORI PERPETUAL, FIFO, dan pada saat pembelian barang digunakan akun Persediaan Barang Dagangan (debet) dan utang usaha atau kas (kredit). Sedangkan pada saat penjualan dicatat sebagai kas atau piutang dagang sebelah debet dan penjualan sebelah kredit. Harga Pokok Penjualan dicatat sebelah debet dan Persediaan Barang Dagangan sebelah kredit, dicatat bersamaan pada saat terjadi penjualan. Akun Pembelian dalam sistem perpetual tidak pernah digunakan dan update data persediaan dilakukan secara otomatis pada terjadinya penjualan.

Ilustrasi :

Berikut data persediaan, pembelian dan penjualan pada CV Enggano selama tahun 2009 :

01/01 Saldo barang dagangan, 100 unit @ Rp. 1.000,- = Rp. 100.000,-
16/01 Dibeli barang dagangan, 550 unit @ Rp. 1.100,- =Rp. 605.000,-
12/02 Dijual barang dagangan, 300 unit @ Rp. 3.000,- = Rp. 900.000,-
14/04 Dibeli barang dagangan, 400 unit @ Rp. 1.175,- = Rp 470.000,-
20/06 Dijual barang dagangan, 600 unit @ Rp. 3.500,- = Rp.2.100.000,-
02/08 Dibeli barang dagangan, 250 unit @ Rp. 1.225,- = Rp. 306.250,-
25/10 Dijual barang dagangan sebanyak 325 unit @ Rp. 3.750,- = Rp 1.218.750,-
15/12 Dibeli barang dagangan sebanyak 65 unit @ Rp. 1.250,- = Rp. 81.250

Dengan data seperti itu kita dapat menyusun daftar persediaan dengan metode FIFO sistem perpetual, jawaban dapat anda download disini.

Read More....

23 Januari 2010

Persediaan Perpetual-Rata2/Perpetual Inventory-Average

Persediaan Perpetual-Rata2/Perpetual Inventory-Average

Perpetual AVERAGE menghitung Harga Pokok Penjualan dan Persediaan Akhir dari penyusunan daftar mutasi atau perubahan persediaan. Harga Pokok Penjualan dihitung dengan menggunakan harga rata-rata dari berbagai harga pembelian persediaan dibagi dengan jumlah unit produk yang dimiliki. Dengan demikian harga pokok barang terjual diperoleh dengan mengalikan jumlah unit terjual dengan harga rata-rata dan barang yang masih belum terjual atau persediaan akhir dihitung dari jumlah persediaan dikalikan terhadap harga rata-rata tersebut.

Dalam pencatatan INVENTORI PERPETUAL AVERAGE, dan pada saat pembelian barang digunakan akun Persediaan Barang Dagangan (debet) dan utang usaha atau kas (kredit). Sedangkan pada saat penjualan dicatat sebagai kas atau piutang dagang sebelah debet dan penjualan sebelah kredit. Harga Pokok Penjualan dicatat sebelah debet dan Persediaan Barang Dagangan sebelah kredit, dicatat bersamaan pada saat terjadi penjualan. Akun Pembelian dalam sistem perpetual tidak pernah digunakan dan update data persediaan dilakukan secara otomatis pada terjadinya penjualan.

Ilustrasi :

Berikut data persediaan, pembelian dan penjualan pada CV Enggano selama tahun 2007 :

01/01 Saldo barang dagangan, 100 unit @ Rp. 1.000,- = Rp. 100.000,-
16/01 Dibeli barang dagangan, 550 unit @ Rp. 1.100,- =Rp. 605.000,-
12/02 Dijual barang dagangan, 300 unit @ Rp. 3.000,- = Rp. 900.000,-
14/04 Dibeli barang dagangan, 400 unit @ Rp. 1.175,- = Rp 470.000,-
20/06 Dijual barang dagangan, 600 unit @ Rp. 3.500,- = Rp.2.100.000,-
02/08 Dibeli barang dagangan, 250 unit @ Rp. 1.225,- = Rp. 306.250,-
25/10 Dijual barang dagangan sebanyak 325 unit @ Rp. 3.750,- = Rp 1.218.750,-
15/12 Dibeli barang dagangan sebanyak 65 unit @ Rp. 1.250,- = Rp. 81.250

Berdasarkan data tersebut maka kita dapat menyusun daftar persediaan dengan metode rata-rata sistem perpetual, jawaban dapat anda download disini.

Read More....