Posting terpopuler 30 hari terakhir :

03 Januari 2009

Pemisahan Biaya Semi Variable, High-Low Point Method

Pemisahan Biaya Semi Variable
High-Low Point Method

Untuk keperluan analisa perilaku biaya maka sejumlah biaya-biaya yang masih bersifat semi variabel harus dipisahkan terlebih dahulu menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana kita dapat menganalisa data biaya dan menyusun laporan biaya kalau biaya-biaya seperti ini belum dipisahkan.

Salah satu metode pemisahan biaya semi variabel ini yang dikenal dengan high-low point method, mendasarkan perhitungannya pada formula sbb:

========Aktivitas==Total Biaya
High=====xxxx===== xxxx
Low===== xxxx===== xxxx
Selisih====xxxx=====xxxx

Menentukan elemen biaya variabel =
Biaya Variabel per aktivitas = selisih biaya/selisih aktivitas

Menentukan elemen biaya tetap =
Total Biaya – [data high/low x biaya variabel per aktivitas]

Kelebihan High-Low Point Method:
• Mudah dan sederhana dalam penerapannya
• Banyak digunakan secara luas

Kekurangan High-Low Point Method :
• Persamaan biaya yang diperoleh kurang representative
• Kelihatan cendrung menggampangkan masalah

Contoh biaya semi variabel ini, misalnya biaya listrik dan biaya pemeliharaan dll.

Ilustrasi :
Siamang, Co menerapkan high low point method untuk memisahkan semi variable cost dan berikut data besarnya biaya listrik untuk empat bulan terakhir, sbb :

==========Agustus= September= Oktober= Desember
Produksi===1.250====== 1.100===== 1.500===1.400
Biaya Listrik Rp.1.750.000 1.600.000 1.900.000 1.820.000

Berdasarkan data tersebut, maka hitunglah elemen biaya listrik variabel dan elemen biaya listrik tetap.

Dengan menggunakan High Low Point Method

=======Aktivitas= Biaya Listrik
High====1.500===Rp. 1.900.000
Low====1.100====Rp. 1.600.000
Selisih===400====Rp. 300.000

Elemen Biaya Variabel = Rp.800.000/400 = Rp. 750 per unit

Elemen Biaya Tetap = Rp. 1.100.000 - (1.100 X Rp.750) = Rp.275.000

Rumus biaya Listrik adalah Y = 275.000 + 750X

Katakanlah, bulan Januari perusahaan memproduksi sebanyak 1460 unit, maka biaya listriknya = 275.000 + (1.460 x Rp. 750 ) = Rp. 1.370.000,-



Tidak ada komentar: