Posting terpopuler 30 hari terakhir :

03 Januari 2009

Analisa Titik Impas/Break Even Point Analysis

Analisa Titik Impas
Break Even Point Analysis


Titik Pulang Pokok atau Titik Impas atau Break Even Point (BEP) adalah suatu titik yang menggambarkan kondisi pada saat itu Total Biaya ( Total Cost ) sama besar dengan Total Pendapatan (Total Revenue).

Total Biaya adalah penjumlahan antara Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Biaya Tetap adalah sejumlah biaya yang perubahannya tidak dipengaruhi oleh volume produksi tetapi dikarenakan oleh adanya faktor waktu.
Contoh :
Gaji manager per bulan, Sewa gedung per tahun dsb.

Biaya Variabel adalah sejumlah biaya yang perubahannya dipengaruhi oleh volume produksi, sehingga membentuk fungsi biaya variable.
Contoh :
Bahan baku per unit, Tenaga Kerja Langsung per unit.

Total Pendapatan adalah hasil perkalian antara kuantitas yang terjual dengan harga per unit.

Rumus Titik Impas dalam Unit

========Biaya tetap========
-----------------------------------
Harga/unit – Biaya variable/unit


Rumus Titik Impas dalam Rupiah

=========Biaya Tetap ( Fixed Cost )==========
------------------------------------------------------
{ 1 – ( Biaya Variabel per unit / Harga Jual per unit ) }


Ilustrasi 1 :

Panitia penyelenggara Fa. Tahan Krisis akan mendatangkan artis penyanyi dari luar negeri. Perhitungan kasar yang akan dikeluarkan untuk melangsungkan acara pertunjukan musik tersebut, adalah :

Honor Penyanyi Rp. 50.000.000,-
Honor Band Rp. 30.000.000,-
Sewa tempat dan panggung ( dengan kapasitas 2.500 penonton ) Rp. 87.500.000,-
Brosur, cetak tiket dan iklan lainnya Rp. 20.000.000,-
Snack dan minuman per orang Rp. 25.000,-
Dengan harga karcis masuk Rp. 150.000,- per orang penonton


BEP ( Break Even Point-Titik Impas) dalam jumlah penonton :

Rp. 50.000.000 + 30.000.000,-+87.500.000 + 20.000.000,-
---------------------------------------------------------------
=======Rp.150.000,-/orang - Rp. 25.000/orang=========

= 1.500 orang penonton


BEP dalam Rupiah :

========Rp. 187.500.000,-===========
--------------------------------------------
1 – ( Rp. 25.000/orang : Rp. 150.000/orang )

= Rp. 187.500.000 / 83,33 = Rp. 225.090.036,-


Ilustrasi 2 :
Nusantara Sakti, Co memproduksi dan menjual mesin penghisap debu. Laporan Rugi Laba yang disusun dengan format kontribusi, sbb :


Penjualan ( 400 unit)==Rp.2.400.000,-==Rp. 6.000,-==100%
Biaya variabel======Rp.1.800.000,-==Rp. 4.500,- == ..... %
Margin Kontribusi====Rp. 600.000,-===Rp. 1.500,-=== ....%
Biaya Tetap=========Rp. 480.000,-
Laba Bersih=========Rp. 120.000,-

Instruksi dan Solusi :

a. Rasio Margin Kontribusi
• Rp. 1.500/Rp.6.000,- x100% = 25%

b. Rasio Biaya Variabel
• Rp.4.500,-/Rp.6.000,- x 100% = 75%

c. Titik Impas, dengan rumus Penjualan = BV + BT + Laba
• 6.000 Q = 4.500 Q+ Rp. 480.000,- + 0
• 1.500 Q = Rp. 480.000,-
• Q BEP = 320 unit atau Rp. 1.920.000,-


Tidak ada komentar: