Posting terpopuler 30 hari terakhir :

03 Januari 2009

Alokasi Biaya Gabungan-Metode Rata-Rata Tertimbang/Joint Cost Allocation -Weight Average Method

Alokasi Biaya Gabungan-Metode Rata-Rata Tertimbang
/Joint Cost Allocation -Weight Average Method


Biaya produksi yang dikeluarkan untuk membiayai beberapa produk secara bersama-sama dinamakan dengan biaya gabungan (joint cost). Biaya gabungan ini akan menjadi tidak matching kalau hanya dibebankan pada satu jenis produk saja, padahal biaya tersebut dinikmati secara bersama-sama. Maka dengan demikian cocoknya biaya gabungan ini harus dialokasikan kesemua produk yang ada berdasarkan jumlah unit yang diproduksi. Cuma bedanya dengan adanya pembobotan yang diberikan pada setiap produk yang mencerminkan posisi kepentingan perusahaan terhadap produk-produk tersebut.


Formula :
Alokasi biaya gabungan=BIAYA GABUNGAN/RATA2 TERTIMBANG

Ilustrasi:
Biaya produksi untuk memproduksi produk P, Q, R dan S sebesar Rp. 2.000.000,- Hasil produksi yang diperoleh adalah produk P sebanyak 100 unit, Q sebanyak 200 unit, R sebanyak 150 unit dan S sebanyak 50 unit. Pembobotan yang diberikan adalah produk P sebesar 5 poin, Q sebesar 3 poin, R sebesar 10 poin dan yang terakhir produk S sebesar 4 poin.

Solusi:
Produk=Unit=Poin=Rata2 Tertimbang=Biaya/unit=Alokasi
==P===100== 5===== 500===== Rp. 800,-=Rp. 400.000
==Q===200==1,5==== 300===== Rp. 800,-=Rp. 240.000
==R===150==10=====1.500==== Rp. 800,-=Rp.1.200.000
==S===50====4===== 200===== Rp. 800,==Rp. 160.000
Total=============2.500============Rp.2.000.000

Alokasi = Rp.2.000.000,-/2.500 = Rp. 800,-per unit



Tidak ada komentar: